DJEONAILWork with me
← Semua tulisan
·24 menit baca·Jeon Nathaniel

Cara Mulai AI Automation Agency dari Nol

Semua yang aku tahu soal mulai dan jalanin AI automation agency, dalam satu tempat: pilih jalur, pilih industri yang bayar, jual audit dulu, bangun pipeline sebelum produk, lalu pasang tim agent di Claude Code. Lengkap dengan template audit, skrip pesan, checklist delivery, format laporan bulanan, dan rencana 30 hari.

ai agencyai agentbisnis
Sampul: Cara Mulai AI Automation Agency dari Nol

Semua yang aku tahu soal mulai dan jalanin AI automation agency, aku kumpulkan di sini. Tidak ada teori. Cuma urutan yang beneran kejadian.

Kebanyakan orang mulai dari produk. Bikin chatbot, bikin automasi yang keren, lalu bingung mau dijual ke siapa. Urutannya kebalik. Agency yang jalan mulai dari pasar dan penawaran, lalu mesin pencari klien, baru produknya menyusul dari permintaan yang nyata.

Tulisan ini isinya dua jalur yang bisa kamu pilih, peta tujuh langkah, lalu setiap langkah lengkap dengan bahan yang bisa langsung dipakai: pertanyaan wawancara audit, format laporan, skrip pesan, checklist delivery, format laporan bulanan, cara memasang tim agent di Claude Code, dan rencana 30 hari pertama.

Ada dua jalur. Cukup pilih satu

Perempuan memegang kaca pembesar dan buku catatan berdiri membelakangi laki-laki yang memegang laptop dan obeng, latar biru muda dan peach
Konsultan menemukan peluangnya, builder mengubahnya jadi sistem. Keduanya perlu, tapi kamu cukup jago di satu.
  • Si Konsultan: cari peluangnya. Yang dijual audit, strategi, dan training tim. Kerjanya ngobrol dengan pemilik dan timnya, memetakan cara kerja mereka, menemukan pekerjaan yang bisa diambil alih AI, menulis rekomendasi, lalu melatih tim memakai alat baru. Tidak perlu coding.
  • Si Builder: ubah peluang jadi sistem. Yang dijual automasi dan integrasi. Kerjanya merakit workflow, menyambungkan aplikasi lewat API, membangun agent, menguji dengan data asli, lalu merawat sistemnya supaya tetap jalan.

Pilih kekuatanmu, lalu partner-an buat sisanya. Konsultan tanpa builder menjual laporan bagus yang tidak pernah dieksekusi. Builder tanpa konsultan punya sistem bagus yang tidak ada pembelinya. Pembagian yang paling jarang ribut: konsultan memegang klien dan penjualan, builder memegang build, dan bagi hasil per proyek ditulis sebelum proyek pertama dimulai, bukan sesudahnya.

Kalau masih bingung, jawab tiga pertanyaan ini dengan jujur:

Jawab ya atau tidak:
1. Aku lebih betah ngobrol 2 jam dengan pemilik usaha daripada 2 jam membetulkan workflow yang error.
2. Aku bisa menuliskan cara kerja orang lain dalam satu halaman yang rapi.
3. Aku belum pernah menyambungkan dua aplikasi lewat API, dan belum tertarik mencobanya.

Dua "ya" atau lebih: mulai sebagai konsultan.
Selebihnya: mulai sebagai builder.

Peta tujuh langkah

Tujuh kartu bernomor: Pasar, Penawaran, Pipeline, Pesan dalam kelompok Dapat klien; Delivery dan Retensi dalam kelompok Jalanin; Tim agent dalam kelompok Skalakan
Empat langkah pertama untuk dapat klien, dua berikutnya untuk menjalankan dan mempertahankan, yang terakhir untuk menambah kapasitas.

Urutannya penting. Pasar menentukan siapa yang dihubungi, penawaran menentukan apa yang dijual, dan dua-duanya menentukan bahasa di setiap pesanmu. Kalau langkah pertama belum jelas, enam langkah sisanya akan terasa berat semua.

Langkah 1: Mulai dari yang bayar, bukan yang kamu bikin

Kesalahan paling umum: memilih industri karena kamu sudah bisa bikin sesuatu untuknya. Pilih industri yang sudah terbiasa membayar untuk hasil, punya pekerjaan berulang yang mahal, dan pengambil keputusannya bisa kamu hubungi. Lima industri di carousel memenuhi itu, dan ini alasannya dengan data yang bisa dicek:

Lima kartu industri: jasa keuangan 33,9 persen, klinik dan dokter gigi 43,3 persen, legal sepertiga ganti rugi, asuransi 10 sampai 20 persen, e-commerce dan ritel 3,6 kali, masing-masing dengan sumber datanya
Kenapa lima industri ini bayar, dengan data yang bisa dicek. Kebanyakan angka dari Amerika; data Indonesia ada di bawah.
  • Jasa keuangan. Sektor paling agresif soal AI. IDC memperkirakan jasa keuangan, dipimpin perbankan, menyumbang lebih dari 20 persen belanja AI dunia sampai 2028. Di Amerika, 33,9 persen bisnis keuangan dan asuransi sudah memakai AI, dibanding rata-rata 19,8 persen (Census Bureau, Mei 2026). Pekerjaan berulangnya: onboarding nasabah, dokumen, laporan, dan follow-up.
  • Klinik dan dokter gigi. Di Amerika, 43,3 persen dokter gigi sudah memakai AI untuk setidaknya satu jenis tugas (ADA, Juli 2026), dan organisasi kesehatan mengadopsi AI 2,2 kali lebih cepat dari rata-rata ekonomi Amerika (Menlo Ventures, Oktober 2025). Pekerjaan berulangnya: booking, pengingat jadwal, konfirmasi, dan chat berisi pertanyaan yang sama. Data pasien wajib diperlakukan ekstra hati-hati.
  • Legal. Satu klien baru nilainya besar. Di Amerika, pengacara kasus cedera umumnya dibayar sekitar sepertiga dari ganti rugi, jadi fee US$50.000 ke atas memang ada, tapi hanya dari kasus besar; rata-rata klaim cedera kecelakaan mobil pada 2024 sekitar US$28.000 (Triple-I). Karena nilai per klien tinggi, automasi penerimaan klien baru dan follow-up cepat balik modal.
  • Asuransi. Menurut McKinsey (Juli 2025), perusahaan asuransi yang merombak satu bagian bisnisnya dengan AI melihat konversi penjualan naik 10 sampai 20 persen dan biaya onboarding nasabah turun 20 sampai 40 persen. Pekerjaan berulangnya: pengingat perpanjangan polis, pengumpulan dokumen klaim, dan jawaban pertanyaan polis.
  • E-commerce dan ritel juga bayar. Survei IDC untuk Microsoft (November 2024, lebih dari 4.000 responden) mencatat rata-rata imbal hasil 3,7 kali untuk setiap US$1 investasi AI generatif di semua industri, dan 3,6 kali untuk ritel dan barang konsumen (Microsoft). Angka ini estimasi responden sendiri. Jalur ini paling murah untuk dimasuki, dan karena itu juga paling ramai pesaing.

Soal harga. Angka per bulan di carousel, misalnya US$3.000 sampai 7.000 untuk jasa keuangan, adalah kisaran yang banyak beredar di blog agensi Amerika. Setelah kucek, tidak ada survei di baliknya, jadi anggap sebagai gambaran kasar. Data yang lebih bisa dipegang: panduan harga Clutch (September 2026, dari ulasan klien terverifikasi) mencatat kebanyakan firma AI memasang tarif US$24 sampai 49 per jam, dan proyeknya umumnya bernilai US$10.000 sampai 49.999. Di lapangan, harga lebih ditentukan oleh cakupan pekerjaan daripada industri kliennya.

Untuk Indonesia, data harganya belum ada yang bisa kupegang. Yang ada data adopsinya: 40 persen bisnis di Indonesia sudah mengadopsi AI dan 75 persen dari mereka merasakan produktivitasnya naik. Di UMKM, 38 persen sudah mengadopsi, tapi 57 persen dari mereka masih tahap coba-coba dan cuma 10 persen yang benar-benar terintegrasi (AWS dan Strand Partners, Agustus 2026). Jarak antara "sudah coba" dan "sudah terpakai tiap hari" itulah pasarnya: audit, implementasi, dan training.

Cara memilih yang paling cepat, cek lima hal ini untuk calon industrimu:

  • Pekerjaannya berulang dan banyak: admin, input data, follow-up, penjadwalan, dokumen.
  • Satu pekerjaan manual punya nilai uang yang jelas: satu klien baru, satu klaim, satu perpanjangan kontrak.
  • Pengambil keputusannya bisa dihubungi: pemilik klinik, partner kantor hukum, kepala cabang.
  • Datanya sudah digital: sistem booking, CRM, spreadsheet, email.
  • Kamu punya jalan masuk: pernah bekerja di sana, kenal orangnya, atau paham bahasa industrinya.

Lalu isi lembar ini sebelum lanjut ke langkah berikutnya:

Industri pilihanku: ...
Siapa yang membayar (jabatan): ...
Satu pekerjaan manual yang paling mahal di industri ini: ...
Berapa jam per minggu habis di sana (tanya mereka, jangan menebak): ...
Dari mana aku bisa menjangkau 100 orang seperti ini: ...
Kalimat penawaranku: Aku membantu [industri] mengurangi [pekerjaan manual] dengan AI,
dimulai dari audit [1-2] minggu.

Langkah 2: Jual audit-nya dulu

Datang. Wawancara timnya. Petakan pekerjaan yang masih dikerjakan manual. Serahkan satu laporan: di mana AI masuk, alat apa yang dipakai, dan apa yang harus dibikin. Waktunya 1 sampai 2 minggu, dan tidak perlu coding sama sekali.

Kenapa audit dulu, bukan langsung jual automasi? Karena buat klien, audit adalah keputusan kecil dengan risiko kecil. Buat kamu, audit adalah tiket masuk ke dalam bisnis mereka. Kamu melihat cara kerja yang sebenarnya, bertemu orang yang merasakan masalahnya, dan laporan audit itu sendiri yang menemukan proyek berikutnya.

Tiga kartu menanjak: Audit sebagai pintu masuk, Build sebagai proyek, Retainer sebagai pendapatan berulang, masing-masing dengan yang dijual, waktu, hasil, dan cara bayar
Audit membuka pintu, build menghasilkan proyek, retainer menjaga pendapatan tetap datang tiap bulan.

Susunan audit 10 hari kerja

Hari 1     Kickoff 60 menit dengan pemilik: tujuan bisnis, angka yang mau diperbaiki,
           siapa saja yang diwawancara, data apa yang boleh dilihat.
Hari 2-4   Wawancara 30 sampai 45 menit per orang, 5 sampai 8 orang dari bagian berbeda.
Hari 5-6   Susun inventaris proses: semua pekerjaan manual yang ketemu, lengkap dengan
           jam per minggu, aplikasi yang dipakai, dan titik yang sering salah.
Hari 7     Nilai setiap proses: dampak, kemudahan, risiko. Pilih 3 teratas.
Hari 8-9   Tulis laporan dan rencana 90 hari.
Hari 10    Presentasi 60 menit ke pemilik. Tutup dengan penawaran build untuk
           prioritas nomor satu.

Pertanyaan wawancara

Pakai pertanyaan yang sama untuk semua orang, supaya jawabannya bisa dibandingkan. Rekam kalau diizinkan, dan minta mereka membuka layar saat menjelaskan.

1.  Ceritakan hari kerjamu kemarin, dari datang sampai pulang.
2.  Pekerjaan apa yang kamu ulang setiap hari atau setiap minggu?
3.  Mana yang paling makan waktu? Kira-kira berapa jam per minggu?
4.  Data untuk pekerjaan itu datang dari mana, dan hasilnya dikirim ke mana?
5.  Aplikasi apa saja yang kamu buka untuk menyelesaikannya?
6.  Apa yang kamu salin dari satu tempat lalu tempel ke tempat lain?
7.  Di bagian mana paling sering terjadi salah atau telat?
8.  Kalau salah, siapa yang kena dan berapa ruginya?
9.  Pertanyaan apa dari pelanggan atau atasan yang kamu jawab berulang kali?
10. Kalau besok ada asisten yang mengambil satu tugasmu, tugas mana yang kamu serahkan?
11. Ada data yang tidak boleh keluar dari kantor atau dilihat orang luar?
12. Siapa yang harus setuju kalau cara kerja ini diubah?

Inventaris proses

Satu baris untuk satu pekerjaan. Tabel ini yang nanti jadi bahan laporan dan daftar proyek untuk berbulan-bulan ke depan.

proses,bagian,frekuensi,jam_per_minggu,aplikasi,input,output,sering_salah,data_sensitif,pemilik_proses
Rekap order chat ke spreadsheet,Admin,harian,10,WhatsApp + Google Sheets,chat pelanggan,sheet order,ya,nomor HP pelanggan,Admin 1
Konfirmasi jadwal pasien,Resepsionis,harian,6,WhatsApp + sistem booking,jadwal besok,pesan konfirmasi,kadang,nama dan jadwal pasien,Resepsionis
Rekap tagihan bulanan,Keuangan,bulanan,12,Excel + email,invoice vendor,laporan tagihan,ya,rekening vendor,Staf keuangan
Konsultan perempuan dengan clipboard melingkari tiga sticky note dengan spidol merah di dinding yang penuh catatan, latar teal
Dari semua pekerjaan manual yang ketemu, cuma beberapa yang layak dikerjakan duluan. Tugas audit adalah menemukan beberapa itu.

Cara menilai: dampak, kemudahan, risiko

  • Dampak: jam per minggu dikali biaya per jam orang yang mengerjakannya, dikali empat untuk sebulan, ditambah kerugian dari kesalahan yang bisa dicegah.
  • Kemudahan (1 sampai 5): datanya sudah digital, aplikasinya punya API atau ekspor, dan aturannya bisa ditulis jelas.
  • Risiko (1 sampai 5): menyangkut data pribadi, uang, kesehatan, atau hukum; langsung terlihat oleh pelanggan; sulit dibatalkan kalau salah.

Kerjakan dulu yang dampaknya besar, kemudahannya tinggi, dan risikonya rendah. Yang risikonya tinggi tetap boleh masuk daftar, tapi dengan review manusia di setiap langkah yang penting.

Template laporan audit

# Laporan Audit AI: [Nama Perusahaan]
Periode audit: [tanggal] | Disusun oleh: [nama]

## 1. Ringkasan untuk pemilik (maksimal satu halaman)
- Total jam kerja manual yang ditemukan: [x] jam per minggu
- Tiga peluang teratas dan perkiraan jam yang bisa dihemat
- Rekomendasi langkah pertama

## 2. Cara kerja sekarang
Peta proses per bagian: siapa, pakai aplikasi apa, di mana macetnya.

## 3. Inventaris proses
Tabel lengkap dari wawancara, diurutkan dari dampak terbesar.

## 4. Peluang AI yang direkomendasikan
Untuk setiap peluang: masalahnya, solusinya, alat yang dipakai,
perkiraan waktu build, perkiraan jam yang dihemat, risikonya,
dan titik review manusia.

## 5. Yang sebaiknya TIDAK diautomasi dulu
Proses yang risikonya terlalu tinggi atau datanya belum siap, dan alasannya.

## 6. Rencana 90 hari
Bulan 1: [prioritas 1] | Bulan 2: [prioritas 2] | Bulan 3: [prioritas 3]

## 7. Yang dibutuhkan dari tim klien
Akses aplikasi, data contoh, satu orang penanggung jawab, jadwal review.

## 8. Lampiran
Daftar orang yang diwawancara, catatan data sensitif, asumsi perhitungan.

Prompt: dari catatan wawancara jadi draf laporan

Hapus dulu nama pelanggan, nomor HP, dan data pribadi lain dari catatan sebelum ditempel ke AI. Yang dipakai cukup pola kerjanya.

Kamu analis operasional. Di bawah ini catatan wawancara audit dari [jumlah] orang
di [nama bagian/perusahaan]. Data pribadi sudah dihapus.

Tugas:
1. Susun inventaris proses dalam format CSV dengan kolom:
   proses, bagian, frekuensi, jam_per_minggu, aplikasi, input, output,
   sering_salah, data_sensitif, pemilik_proses.
   Jam per minggu diambil dari jawaban narasumber, jangan ditebak. Kalau tidak
   disebut, tulis "belum ditanyakan".
2. Nilai setiap proses: dampak (jam per minggu), kemudahan 1-5, risiko 1-5,
   masing-masing dengan alasan satu kalimat.
3. Pilih tiga peluang teratas dan tulis bagian 4 dari template laporan di bawah.
4. Daftar pertanyaan yang masih perlu ditanyakan ulang ke klien.

Aturan: jangan mengarang angka, alat, atau fakta yang tidak ada di catatan.
Tandai setiap asumsi dengan [ASUMSI].

Template laporan:
[tempel template laporan audit]

Catatan wawancara:
[tempel catatan]

Soal harga audit

Pasang harga tetap, bukan per jam. Hitungannya dari nilai yang dicari, bukan dari lamanya kamu bekerja. Satu cara yang sering dipakai: harga audit bisa dipotong dari harga build kalau klien lanjut dalam 30 hari. Klien merasa auditnya tidak sia-sia, dan kamu punya alasan kuat untuk menutup proyek berikutnya.

Hindari audit gratis. Yang gratis jarang dianggap serius, dan kamu akan menghabiskan dua minggu untuk orang yang belum tentu mau membayar. Kalau butuh versi gratis untuk membuka percakapan, buat mini-audit 30 menit: satu proses, satu rekomendasi.

Langkah 3: Bangun pipeline sebelum produk

Produk bisa menyusul. Yang tidak bisa menunggu adalah daftar orang yang mau kamu ajak bicara. Pipeline adalah mesin yang setiap minggu mengisi daftar itu: siapa yang dihubungi, kenapa sekarang, lewat jalur apa, dan kapan di-follow-up.

Empat kartu berurutan: Sales Navigator untuk cari prospek, Clearcue untuk baca sinyal beli, HeyReach untuk outreach LinkedIn, Smartlead untuk follow-up email, lengkap dengan harga awal dan ritme aman 100 undangan per minggu
Empat alat dari carousel, dengan harga awal per September 2026. Harga belum termasuk domain dan mailbox untuk email.

Isinya empat alat:

  • LinkedIn Sales Navigator: cari prospek. Pencarian prospek dengan filter industri, jabatan, ukuran perusahaan, dan lokasi, plus notifikasi kalau prospek pindah kerja atau menunjukkan minat. Mulai US$119,99 per bulan (paket Core).
  • Clearcue: baca sinyal beli. Memantau tanda-tanda sebuah perusahaan sedang butuh bantuan: pendanaan baru, lowongan dan pertumbuhan tim, jabatan baru, perubahan alat yang dipakai, posting di media sosial, sampai ekspansi kantor. Mulai €79 per bulan dibayar tahunan (clearcue.ai); harganya pernah berubah, jadi cek dulu sebelum membeli.
  • HeyReach: outreach LinkedIn. Mengirim undangan dan pesan LinkedIn dari beberapa akun sekaligus, dengan satu inbox bersama. US$79 per akun pengirim per bulan (heyreach.io).
  • Smartlead: follow-up email. Mengirim urutan email dingin dari banyak mailbox, lengkap dengan pemanasan (warmup). Mulai US$39 per bulan (smartlead.ai).

Untuk satu akun pengirim, totalnya sekitar US$238 ditambah €79 per bulan. Jadi jangan beli semuanya di hari pertama. Minggu-minggu awal cukup LinkedIn biasa, email di domain terpisah, dan satu spreadsheet. Beli alatnya saat volume sudah terasa berat, bukan saat masih mencari bentuk penawaran.

Ritme yang aman

LinkedIn tidak pernah mengumumkan angka pasti batas undangan. Yang dipakai praktisi adalah sekitar 100 undangan per minggu per akun, dibagi 15 sampai 20 per hari kerja (Expandi, September 2026). Undangan yang tidak ditanggapi, menumpuk, atau ditandai spam bisa membuat akunmu dibatasi seminggu, jadi tarik kembali undangan lama yang tidak diterima dan jaga tingkat penerimaan di atas 20 persen.

Untuk email, pakai domain terpisah dari domain utama bisnismu, supaya reputasi domain utama tetap aman. Pasang SPF, DKIM, dan DMARC, panaskan setiap mailbox 2 sampai 4 minggu, dan kirim paling banyak sekitar 50 email per mailbox per hari. Jaga bounce di bawah 4 persen dan keluhan spam di bawah 0,3 persen; di atas itu emailmu mulai masuk spam (Smartlead, aturan pengirim Gmail).

Soal angka balasan

Di carousel ada perbandingan 8 sampai 12 persen balasan kalau cuma pakai Sales Navigator, dan 28 sampai 35 persen kalau pakai semua alat. Setelah kucek, angka itu paling mirip dengan klaim di panduan La Growth Machine (Maret 2026), vendor alat multichannel, tanpa sumber dan tanpa penjelasan cara hitungnya. Jadi jangan dijadikan target. Benchmark yang datanya lebih jelas:

  • Undangan LinkedIn yang diterima: 28,5 persen dari 13,2 juta undangan (Expandi, Mei 2026); rata-rata 23,85 persen dari 96 ribu campaign (HeyReach, September 2026).
  • Pesan LinkedIn yang dibalas: 10,4 persen dari pesan terkirim (Expandi); sekitar 25 persen kalau dihitung dari percakapan yang dimulai setelah undangan diterima (HeyReach).
  • Email dingin yang dibalas: rata-rata 3,43 persen per email terkirim (Instantly, 2026).
  • LinkedIn ditambah email: sekitar 14 meeting per 1.000 prospek, dibanding sekitar 4 kalau LinkedIn saja (SmartReach, Agustus 2026, juga vendor).

Pola yang konsisten: menggabungkan LinkedIn dan email memang menambah balasan, tapi besarnya tergantung cara menghitung. Yang paling berguna adalah angkamu sendiri. Catat setiap minggu di satu spreadsheet:

nama,jabatan,perusahaan,industri,sinyal,sumber_sinyal,tanggal_undangan,diterima,dibalas,call,audit,catatan
[Nama],Pemilik,[Klinik X],klinik gigi,buka cabang ketiga,Instagram klinik,2026-10-05,ya,ya,2026-10-09,belum,minta contoh alur pengingat

Dari tabel itu hitung empat angka tiap Jumat: undangan terkirim, persen diterima, persen dibalas, dan jumlah call. Kalau yang rendah persen diterima, perbaiki profil dan pilihan prospek. Kalau yang rendah persen dibalas, perbaiki pesannya.

Konteks Indonesia

LinkedIn di Indonesia punya sekitar 37 juta anggota terdaftar (DataReportal 2026), cukup untuk menjangkau perusahaan menengah, kantor jasa profesional, dan korporasi. Pemilik usaha kecil lebih mudah dijangkau lewat Instagram, komunitas, dan rujukan. WhatsApp memang aplikasi yang paling banyak dipakai, tapi kebijakan WhatsApp Business hanya mengizinkan menghubungi orang yang sudah memberi nomornya dan izin untuk dihubungi (kebijakan WhatsApp Business). Pesan dingin massal ke nomor hasil scraping melanggar aturan itu dan bisa berujung blokir.

Soal data pribadi, nama, email, dan nomor HP prospek termasuk data pribadi menurut UU No. 27 Tahun 2022. Kamu butuh dasar yang sah untuk memakainya, harus menghentikan atau menghapus data kalau orangnya minta, dan jangan pernah membeli daftar kontak bocoran: mengumpulkan atau memakai data pribadi orang lain secara melawan hukum bisa dipidana sampai 5 tahun dan/atau denda sampai Rp5 miliar (Pasal 67). Aturan pelaksananya, PP 33 Tahun 2026, mulai berlaku 16 Januari 2027.

Langkah 4: Pesan yang dibalas

Rumusnya pendek: satu sinyal, satu masalah, satu ajakan.

  • Sinyal: alasan kamu menghubungi dia sekarang, bukan bulan lalu. Buka cabang baru, pasang lowongan admin, baru ganti sistem, atau baru posting soal kewalahan.
  • Masalah: satu pekerjaan manual yang umum di industrinya. Bukan daftar semua yang bisa dikerjakan AI.
  • Ajakan: langkah kecil yang gampang diiyakan. Minta izin mengirim satu ide, atau 15 menit minggu ini. Jangan langsung minta dibeli.

Pesan pertama tanpa lampiran, tanpa deretan link, dan ditulis seperti orang ngobrol, bukan brosur. Jangan mengaku sudah membantu klien sejenis kalau belum. Lebih baik bilang terus terang bahwa kamu sedang fokus di industri itu.

LinkedIn: permintaan connect (di bawah 200 karakter)

Dipakai kalau akunmu Premium atau Sales Navigator. Di akun gratis, kirim undangan tanpa catatan dan langsung pakai Pesan 1 setelah diterima.

Halo [Nama], lihat [klinik X] baru buka cabang ketiga. Aku sedang fokus membantu
klinik gigi merapikan pekerjaan admin pakai AI. Boleh connect?
Hi [Name], saw [clinic X] just opened a third location. I help dental clinics take
repetitive front-desk work off their team with AI. Happy to connect.

LinkedIn: tiga pesan sesudah diterima

Pesan 1 (hari yang sama)
Terima kasih sudah connect, [Nama]. Di klinik dengan beberapa cabang, pekerjaan
admin yang biasanya paling makan waktu itu konfirmasi jadwal dan menjawab
pertanyaan yang sama di chat. Di [klinik X] kondisinya mirip, atau sudah beres?

Pesan 2 (3 sampai 4 hari kemudian, kalau belum dibalas)
Satu ide kecil untuk [klinik X]: pengingat jadwal H-1 yang otomatis meminta
konfirmasi, lalu memindahkan yang batal ke daftar tunggu. Mau kukirim contoh alurnya?

Pesan 3 (seminggu kemudian)
Kalau berguna, aku bisa mengaudit cara kerja admin [klinik X] selama 1 sampai 2
minggu: wawancara tim, petakan yang masih manual, lalu serahkan satu laporan berisi
apa yang bisa diambil alih AI dan perkiraan jam yang dihemat. Kalau belum waktunya,
tidak apa-apa. Boleh 15 menit minggu ini?

Email: tiga email, teks polos

Email 1
Subjek: [klinik X] dan chat booking
Halo [Nama],
Lihat [klinik X] baru membuka cabang ketiga. Biasanya di titik ini admin mulai
kewalahan dengan konfirmasi jadwal dan chat yang isinya pertanyaan sama.
Aku sedang fokus membantu klinik merapikan pekerjaan admin semacam ini pakai AI.
Boleh kukirim tiga ide singkat yang relevan untuk [klinik X]?
[Nama kamu]

Email 2 (3 hari kemudian)
Subjek: Re: [klinik X] dan chat booking
Satu contoh: pengingat H-1 yang meminta konfirmasi dan mengisi slot batal dari
daftar tunggu. Yang berubah bukan sistem booking-nya, cuma pekerjaan admin yang
berkurang. Mau kukirim alurnya dalam satu halaman?

Email 3 (5 sampai 7 hari kemudian)
Subjek: Re: [klinik X] dan chat booking
Aku berhenti mengirim email soal ini ya, [Nama]. Kalau suatu saat mau memetakan
pekerjaan admin mana yang bisa diambil alih AI, balas email ini saja.

WhatsApp: hanya untuk kontak hangat

WhatsApp dipakai untuk orang yang sudah kenal, dikenalkan, atau sudah minta dihubungi. Pesan dingin massal lewat WhatsApp gampang dilaporkan sebagai spam dan bisa membuat nomormu diblokir. Minta izin dulu sebelum masuk ke detail:

Halo [Nama], aku [nama kamu], dapat nomor dari [nama perujuk] yang cerita admin di
[usaha] lagi kewalahan dengan [masalah]. Boleh aku tanya tiga hal singkat lewat
sini, atau lebih enak telepon 10 menit?

Discovery call 30 menit

Menit 0-5    Konteks: kenapa dia mau ngobrol, apa yang sedang terjadi di bisnisnya.
Menit 5-20   Pertanyaan: pakai 5 sampai 6 pertanyaan wawancara audit yang paling relevan.
Menit 20-25  Angka: jam per minggu, berapa orang, berapa rugi kalau salah.
Menit 25-30  Langkah berikutnya: tawarkan audit dengan waktu, hasil, dan harga yang jelas.
             Kirim ringkasan call dan penawaran di hari yang sama.

Langkah 5: Delivery

Delivery yang rapi dimulai sebelum ada satu baris workflow pun. Tulis scope-nya dulu, sepakati ukurannya, baru bangun.

# Lingkup Kerja (SOW): [Nama automasi]

Masalah: [satu kalimat dari laporan audit]
Yang dikerjakan: [langkah-langkah workflow, dari input sampai output]
Yang TIDAK dikerjakan: [batas yang jelas, supaya tidak melebar]
Ukuran berhasil: [misal: rekap order selesai sebelum jam 8 pagi, salah input di bawah 1%]
Data dan akses yang dibutuhkan: [aplikasi, akun, contoh data]
Jadwal: [minggu 1 desain, minggu 2-3 build, minggu 4 uji coba]
Serah terima: [SOP tertulis, video panduan, sesi training]
Masa dukungan: [misal 30 hari perbaikan gratis setelah serah terima]
Pembayaran: [misal 50% di awal, 50% setelah uji coba lolos]

Urutan kerjanya selalu sama: desain alurnya di kertas dulu, bangun, uji dengan data asli klien, jalankan paralel dengan cara lama selama satu sampai dua minggu, baru serah terima. Masa paralel itu yang menyelamatkan reputasimu. Kalau ada yang salah, cara lama masih jalan dan kliennya tidak dirugikan.

Soal data, pakai akun dan langganan atas nama klien, bukan akunmu. Minta akses seperlunya saja, simpan kredensial di password manager, dan catat data pribadi apa saja yang diproses. Di Indonesia ini bukan sekadar sopan santun: UU Pelindungan Data Pribadi (UU No. 27 Tahun 2022) mengatur pemrosesan data pribadi, dan kliennya yang akan ditanya lebih dulu kalau ada masalah.

Langkah 6: Retensi

Proyek selesai bukan akhir hubungan. Automasi yang dibiarkan pasti rusak pelan-pelan: aplikasinya update, format datanya berubah, orangnya ganti. Di situ retainer masuk.

Isi retainer yang masuk akal untuk klien:

  • Monitoring: automasi dicek jalan setiap hari, error ditangani sebelum klien sadar.
  • Perbaikan dan penyesuaian: perubahan kecil tanpa perlu proyek baru.
  • Satu peningkatan per bulan dari daftar peluang di laporan audit.
  • Laporan bulanan: bukti bahwa sistemnya bekerja, dalam angka yang dipahami pemilik.

Laporan bulanan inilah yang membuat klien bertahan. Pakai format yang sama tiap bulan:

# Laporan Bulanan: [Nama Klien] | [Bulan]

## Angka utama
- Jam kerja manual yang dihemat: [x] jam (dihitung dari log automasi)
- Tugas yang dikerjakan automasi: [x] kali
- Error yang terjadi: [x], semuanya sudah ditangani / [x] masih terbuka

## Yang dikerjakan bulan ini
- [perbaikan, penyesuaian, peningkatan]

## Yang direncanakan bulan depan
- [peningkatan berikutnya dari daftar audit]

## Butuh keputusan dari klien
- [akses baru, persetujuan, data]

Kontrak retainer minimal tiga bulan, ditagih di awal bulan. Setiap tiga bulan, ajak pemilik duduk 30 menit untuk melihat angka dan memilih peningkatan berikutnya. Dari situ biasanya proyek build kedua lahir sendiri.

Langkah 7: Tim internal-mu, 279 agent spesialis gratis

Begitu klien mulai datang, masalah berikutnya adalah kapasitas. Riset prospek, draf proposal, notulen meeting, laporan bulanan, balasan email support. Semuanya penting, semuanya berulang, dan semuanya menyita jam yang harusnya dipakai untuk menjual atau membangun.

Repo yang aku maksud di carousel adalah The Agency (msitarzewski/agency-agents) di GitHub. Per 28 September 2026 bintangnya sudah 155 ribu, lisensinya MIT, dan isinya 279 agent spesialis di 18 divisi. README-nya masih menulis "230+", karena jumlahnya memang terus bertambah. Repo-nya gratis. Yang kamu bayar cuma pemakaian Claude.

Claude Code di tengah, bercabang ke lima divisi: Sales, Finance, Support, Marketing, Project Management, masing-masing dengan nama agent yang relevan
Lima divisi yang paling terpakai di agency kecil, dengan agent yang benar-benar ada di repo.

Setiap agent adalah satu berkas Markdown berisi peran, cara kerja, dan format hasil. Claude Code membacanya sebagai subagent: kamu cukup menyebut agent-nya, dan tugas itu dikerjakan dengan konteks sendiri. Cara pasangnya (di Windows jalankan lewat Git Bash atau WSL):

git clone https://github.com/msitarzewski/agency-agents.git
cd agency-agents

# lihat semua tim dan jumlah agent-nya
./scripts/install.sh --list teams

# pasang lima divisi yang dipakai agency, hanya untuk satu proyek
./scripts/install.sh --tool claude-code --division sales,finance,support,marketing,project-management --path /path/ke/proyekmu/.claude/agents

# atau pasang semua agent untuk semua proyek (masuk ke ~/.claude/agents/)
./scripts/install.sh --tool claude-code

Yang paling sering kupakai untuk menjalankan agency:

  • Sales: Outbound Strategist (menyusun ICP dan urutan prospecting multi-channel), Discovery Coach (menyusun pertanyaan dan alur discovery call), Proposal Strategist (mengubah temuan jadi proposal yang menang).
  • Finance: Pricing Analyst (menyusun model harga dari riset pasar, kompetitor, dan margin), Bookkeeper & Controller (rekonsiliasi dan tutup buku bulanan).
  • Support: Support Responder (membalas dan menyelesaikan tiket), Customer Success Manager (onboarding, QBR, pencegahan churn, perpanjangan kontrak).
  • Marketing: LinkedIn Content Creator (konten thought leadership untuk profilmu), Email Strategist (urutan email).
  • Project management: Project Shepherd (koordinasi jadwal dan pihak terkait), Meeting Notes Specialist (notulen berisi keputusan, tugas, dan pertanyaan terbuka), Automation Governance Architect (menilai nilai, risiko, dan kemudahan rawat sebuah automasi sebelum dibangun; pas untuk langkah audit).

Contoh pemakaian di Claude Code:

Pakai agent Discovery Coach.
Siapkan alur discovery call 30 menit untuk pemilik klinik gigi dengan 3 cabang
yang admin-nya kewalahan menjawab chat booking. Isi: 10 pertanyaan berurutan,
angka yang harus kudapat di akhir call, dan kalimat untuk menawarkan audit.

Agent spesialis bekerja paling baik kalau dikasih playbook: prosesnya ditulis, templatenya ada, contoh hasilnya ada. Caranya sudah kutulis lengkap di Stop Bikin Agent, Mulai Bikin Playbook. Kalau butuh versi bahasa Indonesia, ada terjemahan komunitas agency-agents-id dengan agent tambahan untuk seller Tokopedia dan WhatsApp Business, walau pembaruannya tertinggal dari repo utama.

Rencana 30 hari pertama

Minggu 1  Pilih jalur dan satu industri. Tulis satu kalimat penawaran audit.
          Kumpulkan 100 nama prospek beserta sinyal belinya.
Minggu 2  Siapkan pipeline: profil LinkedIn yang jelas, domain email terpisah,
          template pesan. Mulai kirim dengan ritme yang aman.
Minggu 3  Discovery call dengan yang membalas. Targetnya satu audit terjual.
Minggu 4  Kerjakan audit pertama dengan template di atas. Presentasikan,
          lalu tawarkan build untuk prioritas nomor satu.

Satu audit pertama lebih berharga daripada sepuluh ide produk. Dari audit itu kamu dapat studi kasus pertama, bahasa yang dipakai industrinya, dan daftar proyek yang bisa dijual ke perusahaan sejenis.

Mau memasang agent pertamamu, dipandu langsung dan tatap muka? Sabtu, 3 Oktober 2026 di Jakarta ada workshop Datang Bawa Laptop, Pulang Bawa AI Agent.


Ada yang mau ditanyakan soal tulisan ini? Kirim email.